Minggu, 08 Juli 2012

kiswan


 ORGANISASI, MAHASISWA, DAN POLITIK
oleh :KISWAN 
Organisasi paguyuban merupakan salah satu sarana untuk menyuarakan pendapat dan ide kreatif. Organisasi paguyuban biasanya dibentuk berdasarkan pada skala Propinsi, Kabupaten, dan bahkan Kecamatan, organisasi ini selain di bentuk di daerah itu sendiri juga dibentuk oleh mahasiswa yang kuliah di luar daerahnya dengan tujuan pokoknya sebagai wadah untuk mempertemukan dan mempersatukan jumlah mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama.
Banyaknya organisasi paguyuban yang lahir di luar daerah, ini menandakan suara mahasiswa sangat kental dan ide-ide yang dilahirkan semakin banyak. Mereka berkumpul dan meneyamakan ide untuk melakukan suatu gerakan bahkan perubahan baik itu di internal organisasi maupun di luar organisasi.
Namun, organisasi paguyuban yang di bentuk oleh mahasiswa, banyak yang membawa unsur politik. Padahal, politik dan mahasiswa adalah tiga hal yang berbeda. Namun, sekarang politik, organisasi dan mahasiswa sudah seperti pintu, kunci dan gembok, saling mengisi dan melengkapi. Banyak mahasiswa yang terlibat politik, baik yang secara langsung terjun dalam dunia politik maupun mereka yang menggunakan trik politik dalam organisasi.
Misalnya saja, pemilihan ketua umum dan wakil ketua organisasi, atau ketua rombongan. Aplikasi dunia politik mulai diterapkan mahasiswa saat pemilihan. Seperti melobi teman, kampanye hingga mengumbar janji kepada sesama rekannya. Bahkan ada yang memakai trik money politic, mentraktir teman untuk kemudian memilih mereka.
Di tingkat Daerah politik mahasiswa semakin menarik untuk dibicarakan. Di tingkat ini, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kerap membuat organisasi mini dalam organisasi sebagai latihan berpolitik mereka dengan di bentuknya tim sukses, tim pendukung, gerbong dan bahkan membuat pernyataan sikap untuk mendukung salah satu calon kandidat dengan  imbalan janji untuk mendapatkan sesuatu serta jaminan untuk melanjutkan S2, S3 ketika terpilih pada pemilihan Bupati. Mereka Di sini mulai memakai nama tim, pendukung, gerbong dan lainnya untuk membedakan nama organisasi paguyuban dengan gerakan mereka, padahal secara empirik tempat, nama dan muka mereka sama.
Walaupun ada perbedaan Sebagai organisasi mini, tentu saja tak jauh berbeda dengan organisasi sebenarnya. Di dalam organisasi paguyuban Persiteruan antara sesama anggota pun sukar untuk dihindari. Mulai dari perbedaan pendapat hingga trik saling menjatuhkan rekan dalam tubuh organisasi dan bahkan adapula yang menjalankan organisasi tanpa mematuhi aturan yang telah mereka buat dan sepakati sebelumnya (berasumsi). Di sini semua wajar dilakukan. Seperti dunia politik, siapa yang kuat, cerdas maka ia akan menguasai arganisasi tersebut. Namun hal ini harus dipahami, ingat bahwa fondasi atau dasar untuk menjalankan roda organisasi adalah AD dan ART
Di sisi lain, sebenarnya politik di organisasi paguyuban oleh mahasiswa adalah hal yang positif. Seperti yang terjadi di Malaysia, undang-undang tentang larangan mahasiswa berpolitik akan segera dicabut karena akan menghambat karir mahasiswa. Mahasiswa di negara Jiran tersebut sekarang boleh bergabung dalam partai politik.
Sedangkan di Indonesia memang tidak ada larangan mahasiswa berpolitik. Artinya, kesempatan besar bagi mahasiswa untuk merintis karir yang ingin terjun atau menjadi dunia politisi. Pendidikan dari kalangan kampus dan organisasi eksternalnya setidaknya menjadi modal awal bagi mahasiswa. Namun, hendaknya hal ini harus dimanfaatkan baik oleh mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai politik yang bersih.
Organisasi paguyuban bukanlah tempat untuk menjatuhkan lawan, teman serta saudara ataupun membuat perseteruan dalam organisasi akibat lahirnya organisasi mini. Tapi politik organisasi mini dalam organisasi paguyuban harus mampu membawa ruh-ruh baru sebagai kader politik di masa yang akan datang. Sebab, politik di masa akan datang di tangan mahasiswa hari ini. Jika money politic,  ataupun kejahatan politik telah diaplikasikan organisasi paguyuban dari sekarang, untuk selanjutnya entah bagaimana kabar politik lokal kita.